Featured Posts Coolbthemes

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Mei 2014

Tagged under: , , , ,

Kartu Identitas Panitia “Nyentrik”



Kali ini kami akan membahas sesuatu yang berhubungan dengan milad, tapi bukan tentang lomba atau kegiatan untuk menyemarakkan. Kami akan memberitahukan sesuatu hal lain dari milad ini sendiri.
Adalah kartu panitia, atau mungkin temen-temen kenal dengan ID Card Panitia. ID Card ini pasti akan terlihat sedang mengalung di leher para panitia milad ketika sedang melaksanakan tugasnya. Dan ID Card ini pula yang akan membedakan mana yang peserta dan juga panitia. Kita akan melihat ia sedang menjaga meja sekret, mendokumentasikan kegiatan, mendampingi para dewan juri, sampai duduk di bawah papan skor ketika sedang lomba futsal maupun basket.
Mungkin kita sebagai warga MAN 3 Kediri sudah tak asing lagi dengan yang namanya ID Card ini. Dengan desainnya maupun bentuknya. Bagaimana tidak, madrasah kita ini merupakan madrasah yang memiliki cukup banyak organisasi dan banyak kegiatan pula. Secara langsung setiap panitia sudah pasti mengenakan ID Cardnya jika sedang bertugas. Namun ID Card pada kegiatan Milad MAN 3 Kediri ke-22 Reborn ini sangat nyentrik dan unik.
Sepintas mungkin teman-teman akan mengira jika desain ID Card ini sama dengan seperti biasanya. Namun tidak seratus persen sama. Ide nyentrik Tim Dekorasi kepanitiaan milad ini sangat kreatif. Mereka mendesain ID Card tak hanya untuk diisi nama dan jabatan mereka, pun meletakkan sebuah foto bagi tiap pemiliknya.
Hal ini membuat jajaran kepanitiaan harus memberikan foto mereka untuk digunakan pada ID Card. Tak tanggung-tanggung, hal ini menjadi kesempatan para panitia yang mungkin memiliki hobi selfie untuk mempublikasikan foto mereka yang sedang narsis. Atau juga memberikan foto mereka yang unik tak seperti foto biasa. Hal ini mungkin sulit diterima bagi teman-teman yang bisa jadi cukup anti dengan kamera.
Berikut ada beberapa dokumentasi kami akan keunikan ID Card Panitia Milad MAN 3 Kediri ke-22 Reborn.












Mr. R

Senin, 07 April 2014

Tagged under: , , , , ,

Bukan Sekedar Menghindari Denda


Tari saman oleh kelas XI IPA 1


          Matrix Talent Challenge atau biasa disingkat MTC, hari ini digelar di Hall MAN 3 Kediri. Bakat-bakat luar biasa siswa MAN 3 beradu ketat disini. Adu kreatifitas, adu kekompakan dan tetap menjaga sportifitas.
Bukan sekedar menghindari denda, tapi totalitas dan kerja keras yang mereka tampilkan. Bukan hanya menunjukkan bahwa kelas mereka yang terbaik, tapi menunjukkan bahwa bakat-bakat di MAN 3 adalah yang terbaik. Ini bukan sekedar retorika belaka tapi inilah kerja nyata.
Bukti nyata bahwa MTC benar-benar menggali bakat siswa ditunjukkan dengan pembukaan dari kelas XI IPA 2 yang beradu acting dengan sempurna. Penonton takjub dan speechless ketika drama berlangsung. Pemain-pemain dari kelas XI IPA 2 begitu menghayati dan benar-benar masuk dalam peran yang mereka mainkan.
Tirai merah yang tertutup menggiring penonton menuju pertunjukan indah seni beladiri dari kelas XI Agama oleh M.A.B Sholahudin N.  Lekukan tubuhnya seakan “kawin” dengan musik yang mengirinya. Indah mempesona, dua kata untuk kelas XI Agama.
Kita masuk pada era globalisasi, dan Korean wave kini ikut menghangatkan persaingan di aula MAN 3. Yakni kelas XI IPA 3 yang menampilkan Korean dance dengan mengerahkan anggota paling ganteng yang mereka miliki. Dengan tampang yang tidak beda jauh dengan artis-artis korea, Gesang, Galih, Armi, Rafindra, Doni dan Kaafa “ngedance” dengan baik. Sorak-sorai penonton makin kencang ketika satu persatu personil mereka menunjukkan pesonanya. Salah satunya adalah Gesang yang menunjukkan kemampuan break dance terbaiknya saat awal pertunjukan dimulai.
Setelah penonton diajak “ngo-ngosan” oleh kelas XI IPA 3, kelas X-9 mendinginkan dengan menampilkan Indonesian Traditional Dance yang sangat menarik. Tampil dengan busana kebaya dan batik yang melingkar di punggung, kelas X-9 tampil percaya diri.
Usai melihat gemulai penari-penari berbakat MAN 3, penonton disuguhkan lantunan musik dengan aransemen terbaik dari kelas XI IPA 5. Tegar Accoustic Cover, inilah yang Orbital (sebutan kelas XI IPA 5) coba sajikan dan suguhkan pada penonton. Dan ini sangat menghibur, dibuka dengan permainan kendang dari M. Sabilillah dan M. Azmi Muzakki Tegar Accoustic Cover sangat menyenangkan untuk ditonton. Aransemen musik yang mereka sajikan juga cukup easy listening.
Kembali penonton disuguhkan tari-tarian terbaik asli Nusantara. Namun ini berbeda, kelas XI IPA 1 tak hanya menampilkan tarian saja tapi mereka memadukan tarian dengan musik etnik khas Nusantara. Alat musik yang digunakan adalah botol dan jerigen bekas, sederhana memang tapi menarik dan unik. Sinanggar Tulo, Yamko Rambe Yamko, Bungong Jeumpa, Coblak-Coblak Suweng berhasil dibawakan dengan baik. Ditutup dengan atraksi tangan seribu dan mengibarkan spanduk bertuliskan Carbon for Reborn oleh Syekh Abidin Khobar, menandakan akhir MTC hari ini. Kelas XI IPA 1 berhasil menutup gelaran lomba MTC ini dengan sempurna. Satu lagi bukti bahwa siswa MAN 3 melakukan kerja nyata, bahkan kebanyakan peserta saat ditemui usai tampil mereka mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan sejak libur UAMBN lalu. (iSam) 
Penampilan BoyBand Fosfor

Penampilan X-9

Penampilan X-8

Penampilan IPA 5

Penampilan IPA 5

IPA 1 beraksi

Ganesya Aliefila Syafaranti, penari IPA 1



Minggu, 26 Januari 2014

Tagged under: , ,

Budaya, ada di mana-mana


Mendengar kata budaya, yang terbayang dalam benak kita adalah batik,wayang, rumah adat, aksara jawa, dan lain sebagainya. Namun, tidakkah kita berfikir apa yang kita lakukan sehari - hari juga merupakan sebuah budaya?

Sebelumnya, mari kita merujuk kepada pengertian budaya itu sendiri. Berikut ini adalah pendapat dari mas wikipedia tentang budaya,
"Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia" 
Jadi, budaya adalah hal yang berkaitan dengan budi pekerti dan akal. Sehingga ketika kita berbuat baik, berarti kita telah melakukan budaya berbuat baik. Sehingga, budaya yang paling penting untuk dilestarikan adalah budaya memperbaiki diri, karena dengan perbaikan diri akan meningkatkan kualitas hal yang lain pula. Semoga kita dapat membudayakan perilaku yang amat baik.(c10)